Sortir Sampah Padat Perkotaan | AISORT
Ikhtisar Aplikasi — Limbah Padat Perkotaan
Pemilahan sampah di fasilitas daur ulang modern
Pemilahan limbah padat kota (MSW) mengambil ekstrak limbah rumah tangga yang dapat didaur ulang — baik dari daur ulang yang dipisahkan sumbernya (aliran tunggal atau ganda) atau dari sisa limbah yang tercampur ('MRF kotor'). Pemilahan sampah secara teknis merupakan aplikasi daur ulang yang paling menantang karena keragaman bahan yang ekstrim, tingkat kontaminasi yang tinggi, dan keberadaan barang-barang berbahaya.
Karakteristik Material dan Tantangan Penyortiran
Tantangan pemilahan sampah perkotaan: sampah organik basah mencemari bahan kering yang dapat didaur ulang (kertas, karton) sehingga mengurangi nilainya; kantong plastik dan film pembungkus peralatan penyortiran yang menyebabkan kemacetan; benda-benda berbahaya (jarum, baterai, tabung gas) menimbulkan risiko keselamatan bagi peralatan dan operator; komposisi material berubah setiap hari dan musiman; dan kebingungan masyarakat mengenai bahan-bahan yang dapat didaur ulang menyebabkan tingkat kontaminasi yang tinggi (15-30% dalam sistem satu aliran).
Tumpukan Teknologi Penyortiran yang Direkomendasikan
Pemecah kantong → layar trommel (fraksinasi ukuran) → pemisah balistik (2D vs 3D: kertas/film vs wadah) → magnet overband (besi) → arus eddy (aluminium) → Penyortir optik NIR (pemisahan polimer wadah plastik: PET, HDPE, PP) → QC manual. Untuk sisa sampah yang tercampur: XRT tambahan untuk pembuangan inert dan pemisahan organik melalui biodrying sebelum pemilahan.
Tolok Ukur Kinerja
Tolok ukur ini mewakili kinerja yang dapat dicapai dengan peralatan penyortiran berbasis sensor modern, dengan asumsi peralatan berukuran tepat dan terpelihara dengan baik yang beroperasi pada bahan baku yang representatif. Hasil sebenarnya bergantung pada komposisi material tertentu, hasil produksi, dan kondisi pengoperasian.