Sortir Sampah Laut | AISORT
Ikhtisar Aplikasi — Pemulihan Plastik Laut
Pemilahan Sampah Laut di Fasilitas Daur Ulang Modern
Pemulihan sampah laut dan plastik laut menghadirkan tantangan pemilahan yang unik: material yang terkontaminasi garam, terdegradasi oleh sinar UV, dan mengalami bio-foul dengan sifat fisik dan spektral yang berubah. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, permintaan pasar terhadap plastik laut yang berasal dari laut dan hasil daur ulang semakin meningkat, didorong oleh komitmen merek terhadap kandungan plastik laut dan harga premium untuk daur ulang plastik laut bersertifikat.
Karakteristik Material dan Tantangan Penyortiran
Tantangan pemilahan sampah laut: lapisan garam mengubah spektrum NIR dan dapat menyebabkan jendela sensor kotor dalam beberapa jam; Degradasi UV mengubah warna plastik (menguning) dan kimia permukaan, mempengaruhi klasifikasi RGB dan NIR; bio-fouling (teritip, ganggang) menambah kontaminasi organik yang harus dihilangkan sebelum disortir; dan campuran bahannya tidak dapat diprediksi — jaring ikan (nilon, HDPE), tali (PP, PET), pelampung (busa HDPE), dan wadah kaku semuanya tercampur menjadi satu.
Tumpukan Teknologi Penyortiran yang Direkomendasikan
Pra-pencucian (air segar dengan deterjen untuk menghilangkan garam dan bio-fouling) → klasifikasi ukuran (penyaring trammel atau cakram) → NIR (identifikasi polimer meskipun permukaannya mengalami degradasi — mungkin memerlukan sumber NIR dengan intensitas lebih tinggi) + RGB (penyortiran warna) + visi AI (identifikasi jaring, tali, wadah kaku, dan faktor bentuk lainnya). Stasiun QC manual untuk item yang mengalami degradasi berat yang tidak dapat diklasifikasikan oleh sensor.
Tolok Ukur Kinerja
Tolok ukur ini mewakili kinerja yang dapat dicapai dengan peralatan penyortiran berbasis sensor modern, dengan asumsi peralatan berukuran tepat dan terpelihara dengan baik yang beroperasi pada bahan baku yang representatif. Hasil sebenarnya bergantung pada komposisi material tertentu, hasil produksi, dan kondisi pengoperasian.