Sortir Limbah Konstruksi | AISORT
Ikhtisar Aplikasi — Konstruksi & Pembongkaran
Pemilahan Sampah C&D di Fasilitas Daur Ulang Modern
Limbah konstruksi dan pembongkaran (C&D) adalah aliran limbah terbesar berdasarkan volume secara global, mewakili 30-40% total limbah padat di negara-negara maju. Penyortiran C&D memulihkan beton (untuk agregat), kayu, logam, plastik, dan gipsum — mengalihkan material dari timbunan sampah dan memproduksi material konstruksi daur ulang. Penyortiran K&D tingkat lanjut dapat mencapai tingkat pengalihan TPA di atas 90%.
Karakteristik Material dan Tantangan Penyortiran
Tantangan penyortiran C&D: bahan abrasif (beton, batu bata, batu) menyebabkan keausan yang cepat pada konveyor, saluran, dan sensor; ukuran material berkisar dari debu hingga balok beton bertulang; bahan yang terjalin (kayu dengan paku, beton dengan tulangan, insulasi yang menempel pada dinding kering) sulit dipisahkan secara mekanis; dan kontaminasi gipsum pada agregat beton menyebabkan masalah sulfat pada aplikasi agregat daur ulang.
Tumpukan Teknologi Penyortiran yang Direkomendasikan
Penyaringan awal (penyaringan trommel atau layar getar untuk menghilangkan butiran halus) → pemisahan magnetik (rebar, baja struktural) → pengambilan manual/robot (barang besar: balok kayu, pipa, panel insulasi) → NIR (identifikasi plastik dan kayu) → XRT (berbasis kepadatan: beton/bata vs material ringan) → arus eddy (logam non-besi) → klasifikasi udara (fraksi cahaya: kertas, film plastik, insulasi).
Tolok Ukur Kinerja
Tolok ukur ini mewakili kinerja yang dapat dicapai dengan peralatan penyortiran berbasis sensor modern, dengan asumsi peralatan berukuran tepat dan terpelihara dengan baik yang beroperasi pada bahan baku yang representatif. Hasil sebenarnya bergantung pada komposisi material tertentu, hasil produksi, dan kondisi pengoperasian.